Pengajian Unsoed

Ballighuu `annii wa lau aayah - “sampaikan walaupun hanya satu ayat”

ads

Pengajian UNSOED [KORPRI] ke-8

Untuk menambah wawasan keagamaan islam dan menjalin tali silaturahmi KORPRI UNSOED mengadakan pengajian rutin yang ke-8, diselenggarakan pada hari/tanggal : Sabtu, 16 Mei 2009, di R. Seminar Lt. 3 Fak. Peternakan UNSOED, Ust. MINTARAGA, Lc. Kami mengharap kehadiran Bapak Ibu semua. Panitia.

19 Keistimewaan Wanita Menurut Hadis

*19 Keistimewaan Wanita Menurut Hadis *

1. Doa wanita itu lebih makbul daripada lelaki kerana sifat penyayang
yang lebih kuat daripada lelaki. Ketika ditanya kepada Rasulullah SAW akan
hal tersebut, jawab baginda , ” Ibu lebih penyayang daripada bapa dan doa
orang yang penyayang tidak akan sia-sia.”

2. Wanita yang solehah (baik) itu lebih baik daripada 1000 lelaki yang
soleh.

3. Barangsiapa yang menggembirakan anak perempuannya, darjatnya seumpama
orang yang sentiasa menangis kerana takutkan Allah .Dan orang yang takutkan
Allah SWT akan diharamkan api neraka ke atas tubuhnya.

4. Wanita yang tinggal bersama anak-anaknya akan tinggal bersama aku
(Rasulullah SAW) di dalam syurga.

5. Barangsiapa membawa hadiah (barang makanan dari pasar ke rumah lalu
diberikan kepada keluarganya) maka pahalanya seperti melakukan amalan
bersedekah.Hendakla h mendahulukan anak perempuan daripada anak lelaki. Maka
barangsiapa yang menyukakan anak perempuan seolah-olah dia memerdekakan anak
Nabi Ismail.

6. Syurga itu di bawah telapak kaki ibu.

7. Barangsiapa mempunyai tiga anak perempuan atau tiga saudara perempuan
atau dua anak perempuan atau dua saudara perempuan lalu dia bersikap ihsan
dalam pergaulan dengan mereka dan mendidik mereka dengan penuh rasa takwa
serta sikap bertanggungjawab, maka baginya adalah syurga.

8. Apabila memanggil akan dirimu dua orang ibu bapamu, maka jawablah
panggilan ibumu terlebih dahulu.

9. Daripada Aisyah r.a.” Barangsiapa yang diuji dengan sesuatu daripada
anak-anak perempuannya lalu dia berbuat baik kepada mereka, maka mereka
akan menjadi penghalang baginya daripada api neraka.

10. Wanita yang taat berkhidmat kepada suaminya akan tertutuplah
pintu-pintu neraka dan terbuka pintu-pintu syurga. Masuklah dari mana-mana
pun pintu yang dia kehendaki dengan tidak dihisab.

11. Wanita yang taat pada suaminya, maka semua ikan-ikan di laut, burung
di udara, malaikat di langit, matahari dan bulan semua beristighfar baginya
selama mana dia taat kepada suaminya serta menjaga solat dan puasanya.

12. Aisyah r.a berkata, “Aku bertanya kepada Rasulullah, siapakah yang
lebih besar haknya terhadap wanita?” Jawab Rasulullah SAW “Suaminya.” ”
Siapa pula berhak terhadap lelaki?” Jawab Rasulullah SAW, “Ibunya.”

13. Perempuan apabila sembahyang lima waktu, puasa di bulan Ramadhan,
memelihara kehormatannya serta kepada suaminya, masuklah dia dari pintu
syurga mana sahaja yang dikehendaki.

14. Tiap perempuan yang menolong suaminya dalam urusan agama, maka Allah
SWT memasukkan dia ke dalam syurga terlebih dahulu daripada suaminya (10,000
tahun).

15. Apabila seseorang perempuan mengandung janin dalam rahimnya,maka
beristighfarlah para malaikat untuknya. Allah SWT mencatatkan baginya setiap
hari dengan 1,000 kebajikan dan menghapuskan darinya 1,000 kejahatan.

16. Apabila seseorang perempuan mulai sakit hendak bersalin, maka Allah
SWT mencatatkan baginya pahala orang yang berjihad pada jalan Allah.

17. Apabila seseorang perempuan melahirkan anak, keluarlah dia dari
dosa-dosa seperti keadaan ibunya melahirkannya.

18. Apabila telah lahir anak lalu disusui, maka bagi ibu itu setiap satu
tegukan daripada susunya diberi satu kebajikan.

19. Apabila semalaman seorang ibu tidak tidur dan memelihara anaknya yang
sakit, maka Allah SWT memberinya pahala seperti memerdekakan 70 orang hamba
dengan ikhlas untuk membela agama Allah SWT.

COCA COLA DAN PEPSI MENGANDUNG EKSTRAK BABI!!

WASPADALAH WAHAI UMAT ISLAM!
Pepsi dan Coca Cola Mengandung Ekstrak Babi -
TERBUKTI!! Baca dan Sebarkan!!!

Berita Buruk / Mengejutkan:

Pepsi dan Coca Cola mengandung ekstrak babi.

Kebanyakan orang tidak mengkonsumsi Pepsi dan Coca-Cola karena kandungan unsur kimia didalamnya yang sangat membahayakan tubuh seperti
excessive carbonates, dll.

Namun, sekarang, tidak ada alasan yang lebih berbahaya lagi selain informasi berikut. Para ilmuwan dan peneliti di bidang kesehatan menyatakan
bahwa mengkonsumsi Pepsi & Cola dapat mengakibatkan kanker dikarenakan bahan dasar pembuatannya berasal dari daging BABI.

BABI adalah satu-satunya binatang yang mengkonsumsi sampah, kotoran
hewan, dan urine. Pola makan babi yang RAKUS ini menghasilkan tumbuhnya banyak bakteri dan kuman yang sangat mematikan.

Berdasarkan laporan yang ditulis dalam Jordanian Medical Magazine, Rektor Delhi University Science and Technology India, Professor Dr. Mangoshada, secara ilmiah telah membuktikan bahwa bahan dasar pembuatan Pepsi dan Cola mengandung ekstrak yang berasal dari isi perut BABI yang dapat mengakibatkan kanker dan penyakit mematikan lainnya.

Indian University menyelenggarakan uji terhadap dampak pengkonsumsian Pepsi dan Coca Cola. Hasil uji ini membuktikan bahwa pengkonsumsian Pepsi dan Coca memicu pada peningkatan kecepatan denyut jantung dan tekanan darah rendah. Dan juga, pengkonsumsian 6 botol Pepsi atau Cola sekaligus dapat mengakibatkan kematian. Pepsi dan Coca Cola mengandung unsur-unsuer kimia seperti: carbonic and phosphoric acids, citric acid yang dapat merusak gigi dan mengakibatkan kerapuhan pada tulang.

Jika tulang (tulang disini adalah tulang yang berasal dari kerangka-kerangka mayat yang telah dikuburkan selama 3 tahun) diletakkan dalam segelas Pepsi/Coca Cola, maka tulang tersebut akan lumer selama 1 minggu.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa calsium dapat larut dalam Pepsi/Coca Cola. Disamping itu, Pepsi/Coca Cola juga dapat melemahkan kandung kemih, ginjal, dan ‘membunuh’ pankreas dimana hal ini dapat mengakibatkan penyakit diabetes dan infeksi.

Penggemar Pepsi atau Coca-Cola, anda tidak perlu cemas karna masih banyak minuman-minuman lain di bumi ini yang lebih sehat dan baik kualitasnya, dan kita juga punya banyak alternatif minuman kesehatan seperti: jus buah, air kelapa, berbagai macam susu, dll., dan minuman-minuman ini juga sangat mudah didapatkannya, bahkan di toko-toko kecil sekalipun.

MOHON SEBARLUASKAN PESAN INI KEPADA SELURUH KELUARGA DAN TEMAN YANG ADA DI MILIS ANDA.

SEMOGA KITA TERHINDAR DARI MINUMAN BABI INI!

KAJIAN PEMGURUS DAN KADER UKM ROHIS MIPA UNSOED

Bismillah Walhamdulillah Was Salaatu Was Salaam ‘ala Rasulillah
Number: isnet/33; Att: is-mod, is-lam Nomor: tarbiyah/28jun94/110

BAGIAN 1
Makna Ukhuwah Islamiyah.
• Menurut Imam Hasan Al-Banna: Ukhuwah Islamiyah adalah keterikatan hati dan jiwa satu sama lain dengan ikatan aqidah.
Hakekat Ukhuwah Islamiyah
1. Nikmat Allah (QS. 3: 103)
2. Perumpamaan tali tasbih (QS. 43: 67)
3. Merupakan arahan Rabbani (QS. 8: 63)
4. Merupakan cermin kekuatan iman (QS. 49: 10)
Perbedaan Ukhuwah Islamiyah dan Ukhuwah Jahiliyah
Ukhuwah Islamiyah bersifat abadi dan universal karena berdasarkan aqidah dan syariat Islam. Ukhuwah Jahiliyah bersifat temporer (terbatas pada waktu dan tempat), yaitu ikatan selain ikatan aqidah (misal: ikatan keturunan [orang tua-anak], perkawinan, nasionalisme, kesukuan, kebangsaan, dan kepentingan pribadi).
Dalam pembahasan topic ukhuwah (persaudaraan) Islamiyah ini, ana hendak bagi pembicaraan ana dalam tiga bagaian, yakni:
1. pentingnya (urgency) daripada ukhuwah Islamiyah,
2. pengaturan Ukhuwah Islamiyah dalam Al Qur’an dan As-Sunnah,
3. tahap-tahap pembentukan Ukhuwah Islamiyah.
Insya Allah, ana hendak mulai dengan subtopic yang pertama, yakni pentingnya ukhuwah Islamiyah. Sebagaimana yang Antum semua telah ketahui, problema umat Islam saat ini banyak sekali, baik di kalangan umat Islam sendiri maupun di dunia internasional, terutama setelah jatuhnya kekhalifahan Islam terakhir tahun 1924.
a. Di kalangan sendiri, umat Islam saat ini terpecah-pecah menjadi 55 (lebih), masing-masing bangga dengan negaranya. Sering-seringnya negara-negara Islam sendiri tidak damai satu dengan yang lain. Bahkan tidak jarang satu dengan yang lain terjadi perang karena masalah yang sepele, misalnya batas wilayah.
b. Umat Islam menjadi kehilangan satu leadership dan akibatnya sering ‘loyo’ dalam menghadapi musuh-musuh Islam. Lihat saja kasus pembantaian umat Islam di Palestina, Kasmir, Bosnia, Asia Tengah, India, dll.
c. Hubungan di antara orang-orang Islam sendiri sering terjadi tidak jelas, yakni seperti orang-orang biasa. Sering kita ini tidak memberikan hak daripada saudara kita se-Islam dengan semestinya. Akibatnya yah ikatannya lemah sekali, kalau ada untungnya ya berbaik-baikan, kalau nggak ada ngapain susah-susah mikirin “orang lain”. Seolah-olah tidak ada ikatan yang istimewa di antara orang-orang Islam.
d. dst. (masih banyak lagi problema umat Islam)
Coba renungkan ya Ikhwah/Akhwat sekalian. Kenapa umat Islam jatuh ke kondisi seburuk saat ini? Di sinilah letak pentingnya Ukhuwah Islamiyah. Banyak dari problem Umat Islam akan mudah sekali terpecahkan kalau kita benar-benar mampu memahami kaidah ukhuwah (persaudaraan) Islamiyah dan membina ukhuwah Islamiyah.
Allah Subhanahu wa ta’ala secara cantiknya menggambarkan hubungan antara sesama orang-orang yang beriman:

“Orang-orang yang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu, damaikanlah (perbaiki hubungan) antara kedua saudaramu itu, dan patuhlah kepada Allah, supaya kamu mendapat rahmat.” (Q.S. Al Hujuraat 10)
Dalam ayat ini Allah SWT mengkaitkan ukhuwah (persaudaraan) dengan iman, menunjukkan betapa pentingnya ma’na ukhuwah Islamiyah. Ukhuwah dijadikan oleh Allah SWT sebagai salah satu dari tanda-tanda orang yang beriman.
Dalam shirah Rasulullah s.a.w., Antum dapat menghayati ma’na daripada ayat di atas; bagaimana Rasulullah s.a.w. mengimplementasikan perintah Allah ini dalam membina umat Islam saat itu. Segera setelah beliau hijrah dan sampai di Medinah, salah satu langkah yang paling awal yang beliau lakukan adalah mengikat persaudaraan antara orang-orang Muhajirin dan Anshor. Ikatan persaudaraan yang dibina oleh Rasulullah ini sedemikian kuatnya sehingga melebihi rasa persaudaraan di antara dua saudara kandung. Beliau juga memerintahkan dibangunnya Masjid, sebagai pusat bertemunya orang-orang yang beriman paling sedikit 5 kali sehari.
Dalam pembentukan Ukhuwah Islamiyah, ada tiga tahapan yang harus dilalui:
1. tahap ta’aaruf (saling mengenal),
2. tahap tafaahum (saling memahami),
3. tahap takaaful (saling mencukupi).
Mari kita tengok secara singkat 3 tahapan ini pada bagian selanjutnya.

BAGIAN 2

Pada tahap “ta’aaruf”, ukhuwah mulai dirintis. Yakni, dua (atau lebih) ikhwah saling mengenal, dengan saling mengunkapkan latar-belakang masing-masing. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman dalam hal ini:
“Hai manusia! Sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, dan Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku, supaya kamu mengenal satu sama lain. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu dalam pandangan Allah ialah yang lebih bertaqwa. Sesungguhnya ALlah MahaTahu dan Mengerti.” (Q.S. Al Hujurat 13).
Dengan pengenalan ini maka kita mampu menghayati hakekat perbedaan-perbedaan (bangsa, kedudukan, status, ras, bahasa, dll.) di antara kita dan akhirnya mampu menerima perbedaan-perbedaan ini sebagai kehendak Allah agar kita bisa saling mengenal.
Pada tahap “tafaahum”, level ukhuwah adalah lebih tinggi lagi. Setelah kita mengenal latar-belakang Akh kita, maka selanjutnya kita perlu memahami diri Akh kita lebih detail lagi. Yakni sampai pada taraf mengenal dan memahami apa-apa yang disukai dan apa-apa yang dibenci oleh Akh kita, sehingga kita dapat bertindak sebaik-baiknya kepadanya. Yakni sampai pada taraf kita memahami kelebihan dan kelemahan Akh kita sehingga dapat bertindak demi untuk kebaikan Akh kita.
Pada tahap “takaaful”, disinilah level yang tertinggi. Setelah kita saling mengenal, kemudian saling memahami, akhirnya kita bisa saling mencukupi. Allah Subhanahu wa ta’ala memerintahkan kepada kita:
“….Dan tolong-menolonglah kamu dalam mengerjakan kebaikan dan taqwa, dan janganlah kamu tolong-menolong dalam mengerjakan dosa dan pelanggaran hukum….” (Q.S. Al-Maidah 2).
Bagaimana kita melaksanakan perintah ALlah ini kalau kita tidak saling mengenal maupun satu sama lain? Jadi kedua tahapan ukhuwah merupakan pre-requisite untuk tahapan takaaful ini.
Dalam harakah Islamiyah, terbinanya ukhuwah Islamiyah berperan penting sekali demi keberhasilan da’wah. Imam Syahid Hasan Al Banna menjadikan ukhuwah Islamiyah ini sebagai salah satu dari 10 tiang bai’ah dalam organisasi da’wah yang beliau bina. Beberapa ungkapan beliau yang mungkin dapat kita kaji dalam membentuk ukhuwah Islamiyah adalah sebagai berikut:
 Kekuatan jama’ah, sebagaimana organisasi-organisasi secara umumnya, adalah terletak pada kekuatan ikatan para anggotanya.
 Tiada ikatan yang lebih kuat dalam hal ini selain ikatan “cinta” yang didasarkan pada aqidah Islam.
 Tingkatan daripada “ikatan cinta” ini yang paling lemah adalah kebersihan hati kita terhadap Akh kita (yakni dari segala macam penyakit hati, seperti buruk sangka, iri-dengki, congkak, tamak, dll.).
 Tingkatan yang paling tinggi daripada “ikatan cinta” ini adalah mendahulukan Akh kita dan kepentingannya sebelum kita dan kepentingan kita.
Akhirnya, ana hendak menutup uraian tentang ukhuwah Islamiyah ini dengan sekali lagi menguraikan betapa pentingnya ukhuwah Islamiyah ini bagi kita sendiri sebagai individu Muslim. Kita semua tahu kan agama Islam adalah agama Allah. Dan Allah telah menjanjikan kelanggengan Islam. Jadi, apa kita mau menjalin ukhuwah Islamiyah atau tidak, Islam akan tetap jaya dan da’wah Islam akan berjalan terus. Tetapi kita tidak bisa hidup tanpa ukhuwah Islamiyah. Ibaratnya sekelompok biri-biri di pinggir hutan. Seekor serigala hanya akan mampu menangkap seekor biri-biri yang terpencar dari kelompoknya.

Hal-hal yang menguatkan Ukhuwah Islamiyah:
1. Memberitahukan kecintaan pada yang kita cintai
2. Memohon dido’akan bila berpisah
3. Menunjukkan kegembiraan & senyuman bila berjumpa
4. Berjabat tangan bila berjumpa (kecuali non muhrim)
5. Mengucapkan selamat berkenaan dengan saat-saat keberhasilan
6. Memberikan hadiah pada waktu-waktu tertentu
7. Sering bersilaturahmi (mengunjungi saudara)
8. Memperhatikan saudaranya & membantu keperluannya
9. Memenuhi hak ukhuwah saudaranya
Buah Ukhuwah Islamiyah
1. Merasakan lezatnya iman
2. Mendapatkan perlindungan Allah di hari kiamat (termasuk dalam 7 golongan yang dilindungi)
3. Mendapatkan tempat khusus di syurga (15:45-48)
Bagian 3
Enam Perusak Ukhuwah
Mengingat kedudukan ukhuwah islamiyah yang sedemikian penting, maka memeliharanya menjadi sesuatu yang amat ditekankan. Disamping harus mengecek kebenaran suatu berita buruk yang menyangkut saudara kita yang muslim, ada beberapa hal yang harus kita hindari agar ukhuwah islamiyah bisa tetap terpelihara. Allah swt berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olokan kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olokan) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olokan) dan jangan pula wanita wanita-wanita mengolok-olokan wanita yang lain (karena) boleh jadi wanita (yang diperolok-olokan) lebih baik dari wanita (yang mengolok-olokan) dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri dan janganlah kamu panggil memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan ialah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertaubat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim. Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain. Sukakah salah seorang diantara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati?. Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertaqwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.” [QS Al-Hujurat (49): 11-12]
Dari ayat di atas, ada enam hal yang harus kita hindari agar ukhuwah islamiyah tetap terpelihara: Pertama, memperolok-olokan, baik antar individu maupun antar kelompok, baik dengan kata-kata maupun dengan bahasa isyarat karena hal ini dapat menimbulkan rasa sakit hati, kemarahan dan permusuhan. Manakala kita tidak suka diolok-olok, maka janganlah kita memperolok-olok, apalagi belum tentu orang yang kita olok-olok itu lebih buruk dari diri kita. Kedua, mencaci atau menghina orang lain dengan kata-kata yang menyakitkan, apalagi bila kalimat penghinaan itu bukan sesuatu yang benar. Manusia yang suka menghina berarti merendahkan orang lain, dan iapun akan jatuh martabatnya.
Ketiga, memanggil orang lain dengan panggilan gelar-gelar yang tidak disukai. Kekurangan secara fisik bukanlah menjadi alasan bagi kita untuk memanggil orang lain dengan keadaan fisiknya itu. Orang yang pendek tidak mesti kita panggil si pendek, orang yang badannya gemuk tidak harus kita panggil dengan si gembrot, begitulah seterusnya karena panggilan-panggilan seperti itu bukan sesuatu yang menyenangkan. Memanggil orang dengan gelar sifat yang buruk juga tidak dibolehkan meskipun sifat itu memang dimilikinya, misalnya karena si A sering berbohong, maka dipanggillah ia dengan si pembohong, padahal sekarang sifatnya justru sudah jujur tapi gelar si pembohong tetap melekat pada dirinya. Karenanya jangan dipanggil seseorang dengan gelar-gelar yang buruk.
Keempat, berburuk sangka, ini merupakan sikap yang bermula dari iri hati (hasad). Akibatnya ia berburuk sangka bila seseorang mendapatkan kenimatan atau keberhasilan. Sikap seperti harus dicegah karena akan menimbulkan sikap-sikap buruk lainnya yang bisa merusak ukhuwah islamiyah. Kelima, mencari-cari kesalahan orang lain, hal ini karena memang tidak ada perlunya bagi kita, mencari kesalahan diri sendiri lebih baik untuk kita lakukan agar kita bisa memperbaiki diri sendiri. Keenam, bergunjing dengan membicarakan keadaan orang lain yang bila ia ketahui tentu tidak menyukainya, apalagi bila hal itu menyangkut rahasia pribadi seseorang. Manakala kita mengetahui rahasia orang lain yang ia tidak suka bila hal itu diketahui orang lain, maka menjadi amanah bagi kita untuk tidak membicarakannya.
Dari uraian di atas dapat kita simpulkan bahwa ketika ukhuwah islamiyah kita dambakan perwujudannya, maka segala yang bisa merusaknya harus kita hindari. Bila ukhuwah sudah terwujud, yang bisa merasakan manfaatnya bukan hanya sesama kaum muslimin, tapi juga umat manusia dan alam semesta, karena Islam merupakan agama yang membawa rahmat bagi seluruh alam. Karenanya mewujudkan ukhuwah Islamiyah merupakan kebutuhan penting dalam kehidupan ini.
Mohon maaf kalau ada kata-kata yang nggak berkenan. Kalau ada pertanyaan tolong diajukan. Ana akan coba jawab yang setahu ana. Ikhwah/Akhwat yang lain insya Allah akan melengkapinya.

Referensi
• Bercinta dan bersaudara karena Allah, Ust. Husni Adham Jarror, GIP
• Meraih Nikmatnya Iman, Abdullah Nasih ‘Ulwan
• Rahasia Sukses Ikhwan Membina Persaudaraan di Jalan Allah, Asadudin Press
• Panduan Aktivis Harokah, Al-Ummah

Tragedi situ gintung

Dear All,

Turut berduka cita yang sangat mendalam atas musibah yang menimpa saudara2 kita di Tangsel atas jebolnya situ Gintung Jumat 27 maret 2009 pukul 05.00 wib yang sampai tulisan ini ditulis telah memakan korban 98 orang, smoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kesabaran atas musibah yang terjadi, dan smoga Alloh menjadikan syahid suadara2 kita yang menjadi kurban dan diterima di sisiNya dan diberikan tempat yang mulia. Amien.

regards
Pengurus Pengajian Unsoed

Nikmatnya Shodaqoh

By: agussyafii

Sore itu saya kedatangan tamu. Mas Nurul bertutur bahwa shodaqoh itu nikmat. Pernah suatu hari dirinya dihubungi kakak tercintanya yang sedang ada kebutuhan mendesak. Sementara dirinya dalam ada kebutuhan. ‘Saya bismillah mas. sungguh luar biasa nikmatnya shodaqoh itu.’ katanya.

Tak lama kemudian mas nurul dihubungi oleh perusahaan yang dulu tempat bekerja. Ada bonus yang berlipat2 diterimanya. Shodaqoh itu bukti kebenaran Alloh SWT. Alloh SWT Maha besar dengan segala kuasaNya. ‘Saya percaya shodaqoh memiliki kekuatan dalam kesuksesan hidup saya.’ begitu tuturnya.

benarlah kiranya apa yang dikatakan Mas Nurul Untuk memahami bagaimana shodaqoh berperan dalam kesuksesan hidup Anda, ada baiknya Anda memahami Hukum Ketertarikan (The Law of Atrraction). “ Apa yang anda pikirkan itulah yang akan terjadi”

Obatilah orang yang sakit dengan shodaqoh, Bentengilah harta yang anda miliki dengan zakat dan tolaklah marabahaya dengan doa (HR Baihaqi).

Wassalam,
agussyafii


Tulisan ini dalam rangka kampanye program ‘Amalia Cinta Bumi (ACIBU)’, Minggu, tanggal 17 Mei 2009 dirumah Amalia. Program ‘Amalia Cinta Bumi (ACIBU)’ mengajak. ‘Mari, hindari penggunaan kantong plastik berlebihan, bawalah kantong belanja sendiri. Sebab Kantong plastik jenis polimer sintetik sulit terurai- Bila dibakar, menimbulkan senyawa dioksin yang membahayakan- Proses produksinya menimbulkan efek berbahaya bagi lingkungan.’ Mari kirimkan dukungan anda pada program ‘Amalia Cinta Bumi’ (ACIBU) melalui http://agussyafii.blogspot.com atau sms 087 8777 12431

Nafs pada Orang Meninggal Dunia

By: Prof. Dr. Achmad Mubarok MA

Pengertian mati dan hidup harus dibedakan antara pengertian medis dan pengertian eskatologis. Secara medik, mati mengandung arti kebalikan dari hidup, sedangkan dalam konsep eskatologis seperti yang dianut al-Quran, disamping ada hidup di alam dunia, mamsih ada kehidupan setelah kematian, dan bahkan al-Quran menyatakan dalam surat al- Ankabut / 29:64 bahwa kehidupan setelah mati itulah kehidupan yang sebenarnya.

Tentang jasad orang mati yang hancur menjadi tanah pun, al-Quran menyatakan dalam surat Yasin / 36:78-79 bahwa kelak Allah akan menghidupkan kembali tulang belulang yang sudah hancur dan nafs akan dipertemukan dengan tubuhnya, seperti yang dipaparkan dalam surat al-Takwir / 81:7. Al-Quran juga menggunakan term nafs untuk menyebut totalitas manusia dalam arti jiwa dan raga seperti yang tersebut dalam surat al-ma idah / 52:32 dan totalitas manusia dalam arti yang harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di akhirat seperti yang disebutkan dalam surat Yasin / 36:54.

Dengan demikian, menurut al-Quran, nafs itu dengan sistemnya tetap berada pada manusia pemiliknya, baik ketika ia berada bersama jasadnya dalam alam kehidupan dunia maupun ketika setelah berada dalam alam kematian (kehidupan di akhirat). Yang membedakan ialah bahwa dalam alam kehidupan dunia, nafs dalam status usaha, sementara nafs di alam akhirat hanya tinggal menerima pahala atau azab.

Adapun roh, ia ditiupkan Allah ke dalam jasad yang sudah memenuhi syarat kesempurnaan seperti yang diisyaratkan dalam surat al-Sajdah / 32:7-9, dan ketika ajal telah tiba, roh dipisahkan dengan jasad oleh malaikat maut, seperti yang diisyaratkan surat al-Anam / 6:93. Jadi, dalam keadaan mati, jasad seseorang sudah tidak ada rohnya yang mmenyebabkan ia hidup. Al-Quran tidak berbicara tentang perjalanan roh setelah kematian seseorang, apakah roh pindah ke alam baqa atau hilang kembali ke asalnya. Al-Quran surat al-Isra / 17:85 telah menutup peluang untuk mengetahui lebih banyak tentang roh dengan kalimat roh itu urusan Allah SWT dan manusia hanya diberi sedikit pengetahuan itu.

Al-Quran menyebutkan bahwa manusia akan dikembalikan kepada Allah. Tentang kembalinya manusia kepada Allah SWT, al-Quran menggunakan tiga term, yaitu:

1) Bahwa setiap yang berjiwa akan merasakan mati dan kemudian akan dikembalikan kepada Allah, disebut dalam surat al-Ankabut / 29:57

2) Bahwa manusia akan kembali kepada Allah, disebutkan dalam surat al-Baqarah / 2:156

3) Bahwa Allah adalah tempat kembalinya manusia, disebut dalam surat Alu ‘Imran / 3:55 .

Tentang siapa yang kembali kepada-Nya, apakah rohnya, nafs-nya, akal dan hatinya atau totalitas jiwa raganya, al-Quran menyebut bahwa jiwa manusia harus mempertanggungjawabkan amalnya kepada Allah SWT kelak, yakni:

1)Nafs-nya, seperti yang disebutkan dalam surat Yasin / 36:54,

2) Qalb-nya, seperti yang diisyaratkan surat al-Baqarah / 2:225, dan

3) Fungsi-fungsi jiwanya, pendengaran, penglihatan dan fuad-nya, seperti yang disebut dalam surat al-Isra / 17:36.

sumber, http://mubarok-institute.blogspot.com

Wassalam,
agussyafii


Tulisan ini dalam rangka kampanye program ‘Amalia Cinta Bumi (ACIBU)’, Minggu, tanggal 17 Mei 2009 dirumah Amalia. Program ‘Amalia Cinta Bumi (ACIBU)’ mengajak. ‘Mari, hindari penggunaan kantong plastik berlebihan, bawalah kantong belanja sendiri. Sebab Kantong plastik jenis polimer sintetik sulit terurai- Bila dibakar, menimbulkan senyawa dioksin yang membahayakan- Proses produksinya menimbulkan efek berbahaya bagi lingkungan.’ Mari kirimkan dukungan anda pada program ‘Amalia Cinta Bumi’ (ACIBU) melalui http://agussyafii.blogspot.com atau sms 087 8777 1243

Fungsi Qalb (Hati)

By: agussyafii

Fungsi yang utama dari qalb adalah sebagai alat untuk memahami realitas dan nilai-nilai seperti yang disebut dalam surat al-Hajj / 22:46, atau pada surat al-A’raf / 7:179.

Maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka dapat memahami, atau mempunyai telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar? Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta ialah hati yang ada di dalam dada (Q., s. al-Hajj / 22:46).

Pada ayat ini, qalb mempunyai potensi yang sama dengan akal, atau yang dimaksud qalb di sini adalah akal. Berangkat dari fungsi utama inilah maka qalb secara sadar memutuskan sesuatu atau melakukan sesuatu, dan dari potensi inilah maka yang harus dipertanggungjawabkan manusia kepada Tuhan adalah apa yang disadari oleh qalb seperti yang disebut dalam surat al-Baqarah / 2:225 dan oleh fu’ad seperti yang disebutkan dalam surat al-Isra / 17:36.

Dan janganlah kamu mengikuti apa yang tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesunguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertangggungjawabannya (Q., s. al-Isra / 17:36).

Dalam bahasa Arab, qalb dan fu’ad mempunyai arti yang sangat dekat penamaannya. Sebuah hadits Nabi mengisyaratkan kedekatan dari makna kedua term tersebut, yakni ungkapan kelembutan qalb (ARAB) dan kehalusan fu’ad.

Selanjutnya potensi-potensi dari qalb yang disebutkan al-Qur’an adalah:

1) Bahwa qalb itu bisa berpaling, seperti yang ada dalam surat al-Tawbah / 9:117.

2) Merasa kecewa dan kesal, seperti yang dipaparkan dalam surat al-Zumar / 39:45

3) Secara sengaja memutuskan untuk melakukan sesuatu, tertera surat al-Ahzab / 33:4 (ARAB), dan surat al-Baqarah / 2:225,

4) Berprasangka, terdapat dalam surat al-Fath / 48:12.

5) Menolak sesuatu, ada dalam surat al-Tawbah / 9:8,

6) Mengingkari, seperti yang ada dalam surat al-Nahl / 16:22

7) Dapat diuji, seperti tercantum dalam surat al-Hujurat / 49:3
8) Dapat ditundukan, ada dalam surat al-Hajj / 22:54,

9) Dapat diperluas dan dipersempit diuraikan pada surat al-An’am / 6:125

10) (bahkan) Bisa ditutup rapat, seperti yang terdapat dalam surat al-Baqarah / 2:7.

Tentang bagaimana qalb bisa berbalik, berpaling, berubah, menolak, memutuskan dan sebagainya, juga diisyaratkan oleh sebuah hadits:

Wahai Tuhan yang membolak-balikkan hati, kokohkanlah hati kami pada agama-Mu untuk taat kepada-Mu (H.R. Muslim dari Amr ibn ‘Ashsh).

Wassalam,
agussyafii


Tulisan ini dalam rangka kampanye program ‘Amalia Cinta Bumi (ACIBU)’, Minggu, tanggal 17 Mei 2009 dirumah Amalia. Program ‘Amalia Cinta Bumi (ACIBU)’ mengajak. ‘Mari, hindari penggunaan kantong plastik berlebihan, bawalah kantong belanja sendiri. Sebab Kantong plastik jenis polimer sintetik sulit terurai- Bila dibakar, menimbulkan senyawa dioksin yang membahayakan- Proses produksinya menimbulkan efek berbahaya bagi lingkungan.’ Mari kirimkan dukungan anda pada program ‘Amalia Cinta Bumi’ (ACIBU) melalui http://agussyafii.blogspot.com atau sms 087 8777 12431

Menyingkap Tabir Kebohongan Zionis Yahudi atas perisitiwa Holocaust

Holocaust-denying bishop refuses to recant without ‘evidence’
(The Local, Published: 7 Feb 09 14:28 CET)

A Catholic bishop rehabilitated by the pope who denies the Holocaust has refused to recant his statements until he sees “evidence,” he said in an interview published on Saturday. The issue has sparked a storm of outrage towards the Catholic Church and hurt relations with Jewish groups.

In the interview with the newsmagazine Der Spiegel, British Bishop Richard Williamson said he would not take back his statements about the Holocaust –he says the Nazis did not have gas chambers and only 300,000 Jews died in concentration camps – until he had examined the historical evidence.

“And if I find this evidence, I will correct myself. But that will take some time,” said the bishop, who is a member of the ultraconservative St. Pius X Society.

Williamson set off the current scandal when he told a Swedish television team his views on the Holocaust. It sparked a firestorm of controversy, souring relations between the Vatican and Jewish groups and leading to a rare public rebuke of the pontiff by a leading politician, German Chancellor Angela Merkel.

In the interview, Williamson said he was amazed at all the attention his words had received in Germany, saying he believed he was being used as an instrument to harm the priesthood and the pope.

“Apparently, German left-wing Catholicism has not forgiven Ratzinger for becoming pope,” he said, referring to Pope Benedict XVI, Bavarian-born Joseph Ratzinger.

Williamson continued his criticism of the Second Vatican Council, saying it had “led to the theological chaos that we have today.” The traditionalist St. Pius X Society strictly rejects the 1960’s Catholic Church reforms.

According to several media reports, the controversy is causing increasing numbers of German Catholics to leave the Church.

“The wave has already begun,” said Father Eberhard von Gemmingen, head of the German service of Vatican Radio, in an interview published Saturday in the Passauer Neue Presse. He described the relationship between the pope and German Catholics as “a little damaged.”

DPA/The Local, Germany’s News in English.

Launching Buku Ensiklopedi Keluarga Sakinah

Launching Buku Ensiklopedi Keluarga Sakinah
Sabtu, 7 Maret 2009
Pukul 13.00 WIB- 15.00 WIB

di Ruang Anggrek, Islamic Book Fair 2009, Istora Senayan

Pembicara:

- Ustadz Muhammad Thalib sebagai penulis bukunya,

- Ustadz Arifin Ilham (Majelis Az-Zikra)

- Salim A. Fillah (Penulis buku Bahagianya Merayakan Cinta)

Buku Ensiklopedi Keluarga Sakinah adalah buku yang ditulis oleh Ustadz Muhammad Thalib dan terdiri dari 15 seri, mulai dari persiapan pernikahan, hubungan suami istri, proses mendidik anak, hingga pembangunan pondasi ekonomi keluarga. Adapun judul-judul dari seluruh seri Ensiklopedi Keluarga Sakinah adalah:

1. Karakteristik Pernikahan Islami
2. Menuju Pernikahan Islami
3. Memasuki Romantika Kehidupan Baru
4. Menghayati Kehidupan Suami-Istri
5. Bimbingan Kemesraan dan Seksualitas Islami
6. Menyambut Sang Buah Hati
7. Menjadi Orang Tua Pemandu Surga
8. Menjadi Anak Permata Hati
9. Menghayati Psikologi Suami-Istri
10. Menghayati Psikologi Orangtua & Anak
11. Membina Mental Keluarga Sakinah
12. Kiat dan Seni Mendidik Anak
13. Praktik Rasulullah Mendidik Anak
14. Pedoman Pergaulan Islami
15. Membangun Ekonomi Keluarga Islami

ad
  • Categories

  • Tarikh Hijriah

    Jadwal Sholat @ myQuran.org


  • Pengelola Pengajian UNSOED :

  • Klik aja !


    “Kullu khoirin fi ittibaa’i man salaf wa kullu syarrin fi ibtidaa’i man kholaf (setiap kebaikan adalah apa-apa yang mengikuti para pendahulu, dan setiap keburukan adalah apa-apa yang diada-adakan orang kemudian).”
  • Sponsors

    semnas
Quran Reader For Mobile Phones